Pencapaian membutuhkan perencanaan yang
baik dan terukur rentang waktu yang memadai bisa dihitung dan bisa terwujud dengan
cara konsisten melakukan secara bertahap.
Perencanaan sering kali menjadi perencanaan yang tidak tercapai, karna terlalu banyak asumsi tentang rentang waktu, tentang resiko kemungkinan-kemungkinan, dan tentang sesuatu yang dikhawatirkan secara berlebihan, atau rasa takut yang tidak sesuai dengan perencanaan.
Rasa takut itu hal yang lumrah untuk kita atau masih sesuai dengan akal sehat manusia tetapi rasa takut yang menjadikan rasa kekhawatiran yang berlebihan yang menjadikan masalah bagi kita. Mengapa? Karna, kita terlalu ber-asumsi mengenai hal-hal buruk yang terjadi daripada hal baik.
Jika ber-asumsi yang buruk mengapa kita
justru mengkhawatirkan yang tidak bagus, tidak baik atau yang tidak ingin
terjadi kepada kita? Bukankah jauh lebih baik mengkhawatirkan sesuatu yang baik
toh.. semua akan kita terima juga benar gak?
Bagaimana kalau kita berpikir secara berlawanan, yang buruk menjadi baik, lalu
yang baik menjadi jauh lebih baik lagi. Yang tadinya takut menjadi tidak takut,
dan yang tadinya takut keburukan yang terjadi malah menjadi kebaikkan yang
tidak terduga, atau yang tadinya ber-asumsi mengenai kemungkinan-kemungkinan
justru tidak ada kemungkinan apapun terjadi.
Jadi...janganlah terlalu banyak spekulasi, terlalu banyak ber-asumsi, atau tentang kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi. Was-was atau waspada perlu kita tingkatkan, tapi janganlah seperti rasa takut atau kekhawatiran yang berlebihan.
Ingat... Anda bukan seorang sutradara yang berdiri dibelakang layar lebar perfilman, atau seorang penulis naskah perfilman. Yang selalu ber-asumsi sebuah film bagaimana film ini dibuat sedemikian rupa, dan menciptakan perfilman yang bagus.
Rasa takut, dan kekhawatiran harus ada
didalam diri kita, tetapi tidak boleh berlebihan. Sesuatu yang berlebihan akan
menjadi sarang penyakit yang berkelanjutan.
Terima Kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar